Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan.
Penghargaan non-finansial dapat diberikan dalam bentuk pemberian pengakuan, tanda penghargaan, pemberian lingkungan kerja dan fasilitas yang mendorong kolaborasi, kreativitas, produktivitas dan kepuasan pegawai serta kenaikan pangkat luar biasa.
Berdasarkan Perban BKN No 26 Tahun 2019 tentang Pembinaan Penyelenggara Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil Pasal 29 ayat (4), hasil penilaian kompetensi berlaku selama 3 (tiga) tahun.
Rotasi Jabatan adalah pemindahan talenta secara sistematik dari satu jabatan ke jabatan lain.
Pengayaan jabatan melalui penugasan pada jabatan yang lebih tinggi dari jabatan diberikan kepada talenta yang masuk pada kotak 9 dan pengayaan jabatan melalui penugasan pada jabatan yang jenjangnya sama dengan jabatan yang diduduki diberikan kepada talenta yang masuk pada kotak 8.
Pada prinsipnya lembaga penilaian kompetensi dapat meminjam asesor madya dari lembaga lain yang sudah terakreditasi. Namun jika tujuannya untuk melakukan penilaian kompetensi dengan job target jabatan Pengawas dan Administrator, maka hal itu tidak diperbolehkan, karena lembaga penyelenggara penilaian kompetensi yang belum terakreditasi hanya berwenang melakukan penilaian kompetensi pada jenjang jabatan Pelaksana, dengan catatan lembaga tersebut sedang dalam masa pengurusan akreditasi lembaga penyelenggara ke BKN. [Berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara No. 26 Tahun 2019 tentang Pembinaan Penyelenggara Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil Pasal 4 ayat (5) dan ayat (6)]
Tugas mendasar dari Tim Manajemen Talenta yaitu:
Hasil uji/ penilaian kompetensi yang diakui adalah uji/ penilaian kompetensi yang diselenggarakan oleh unit/lembaga penyelenggara penilaian kompetensi yang sudah terakreditasi oleh BKN dan tetap memperhatikan kesesuaian level akreditasi yang diperoleh dengan jenjang jabatan yang dapat difasilitasi unit/ lembaga tersebut.
Kotak Manajemen Talenta adalah bagan yang terdiri dari 9 (sembilan) kategori yang menunjukkan sekumpulan Pegawai ASN berdasarkan tingkatan potensial dan kinerja.
Metode Assessment Center masih dinilai memiliki validitas paling tinggi dibandingkan dengan metode penilaian kompetensi lainnya yaitu sebesar 65% - 75%, sedangkan metode lainnya memiliki validitas kurang dari 65%. Tingkat validitas ini ditentukan oleh beberapa karakteristik, yaitu kriteria atau standard kompetensi jabatan dan unsur potensi, multi-tools, multi-assessors, dan integrasi data. Oleh sebab itu kompleksitas struktur soal, simulasi dan alat ukur yang digunakan, keterlibatan banyak asesor, serta mekanisme dan prinsip-prinsip yang harus dijalani dalam pelaksanaan assessment center akan menentukan tingkat validitas hasil penilaian kompetensi dan potensi. Namun, perlu dipertimbangkan bahwa penggunaan metode ini membutuhkan biaya yang lebih besar dan waktu yang relatif lama, baik untuk persiapan maupun pengolahan hasil penilaiannya. Metode assessment center ini disarankan digunakan untuk tujuan seleksi dengan target jabatan adalah jabatan pimpinan tinggi pratama ke atas. Sedangkan metode lainnya dapat digunakan untuk tujuan pemetaan dengan jenjang jabatan Administrator ke bawah atau jabatan fungsional setara.